Posted by: narozana | February 6, 2011

Merasa, entah sekedar hanya merasa

Begini ternyata rasanya melihat ia seperti itu. Terkejut. Kenapa semua harus melihat pada saat yang tidak tepat? Kenapa semua harus tertawa di atas kesalahannya? Kenapa semua sarannya dahulu  tidak sesuai dengan ia lakukan sekarang? Saya tak tahu bagaimana akhirnya jika sesuatu ia mulai dengan cara seperti ini. Mungkin tidak perlu berkata apa-apa, lebih baik. Balik ke ruang tawakkal.

Saya malu disebut sebagai bagian dari komunitas orang-orang baik ini. Terlalu banyak kesalahan diri.

Reslee Apartment, 204

– di saat diri merasa munafik dan hati merasa iba

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.