Kita mungkin pernah mencicipi bagaimana beratnya sebuah musibah. Ada yang kehilangan uang di saat benar-benar membutuhkan, ada yang kehilangan sepeda, dan sebentuk musibah lainnya yang tak kita duga kedatangannya.
Ikhlas itu pada pukulan pertama. Ketika kita mendapat musibah, kita berusaha untuk melepaskan. Biarkan ia mengalir seperti air terjun, mengikuti semua prosedur Allah. Teringat sebuah lirik lagu, Allah terserah padaMu, aku ikut mau-Mu Allah..
Subhanallah, hati yang berat perlahan meringan. Akan tetapi, airmata tetap jatuh. Entah airmata bersirat sedih atau haru.
Merujuk kepada untaian nasehat di pengajian Bangmod dua pekan silam, ada hikmah musibah bagi orang mukmin yang hendak saya bagi.
Musibah bagi orang mukmin mengandung banyak hikmah, 3 diantaranya yaitu:
1. Dihapus dosa-dosanya,
sebagaimana sabda Rosululloh shollalohu ‘alaihi wasallam: ”Senantiasa cobaan menimpa laki-laki dan perempuan yang beriman pada tubuhnya, harta, dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Alloh Subhanahu wata’ala dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).
Juga hadits yang lain yang artinya: “Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Alloh akan menghapus sebagian dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim)
2 Ditambah pahalanya, asal sabar dan ridho ketika ditimpa musibah itu.
Hal ini karena begitu besarnya pahala sabar sampai Alloh mengatakan dalam firmanNya:
“ Hanya disempurnakan kepada orang-orang sabar pahala mereka dengan tiada terhitung.” (Surah Az Zumar Ayat 10)
3. Ditinggikan derajatnya,
sebagaimana sabda Rosululloh Shollalohu ‘alahi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,
“ Tidaklah seorang muslim tertusuk duri, atau sesuatu yang lebih kecil dari duri, kecuali akan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan “.
Juga Hadits yang lain :
“ Sesungguhnya ada orang yang mendapat kedudukan di sisi Alloh, akan tetapi tidak ada satu amalan pun darinya yang bisa mengantarkannya mencapai kedudukan itu, oleh karena itu Alloh Ta’ala mengujinya dengan sesuatu yang tidak ia sukai. Sehingga dengan hal itu, ia mendapatkan kedudukan tersebut “. (HR. Ibnu Hibban)
“ Orang yang mendapat cobaan paling berat adalah para nabi, kemudian para ulama, kemudian orang-orang shalih .” (HR. al-Hakim)
Subhanallah,
Biarkan ia mengalir seperti air terjun, mengikuti semua prosedur Allah.
Allah terserah padaMu, aku ikut mau-Mu Allah..

subhanallah, terimakasih share tulisannya
dapat ilmu disini, 3 hikmah dalam musibah:
1. dihapus dosa-dosanya
2. ditambah pahalanya
3. ditinggikan derajadnya
amin ya robal alamin
By: addy on May 20, 2010
at 1:09 pm
Semoga bermanfaat Mas Addy.. Salam kenal ya. Saya pernah membaca tulisan mas di eramuslim. Saya juga ingin berbagi pengalaman tentang kehidupan saya di Bangkok di eramuslim, tetapi saya belum percaya diri, hehe.
By: narozana on May 20, 2010
at 1:28 pm
halo mbak mon!!
aku berkunjung nih.
btw, nice post..
huff..ikhas itu, perjuangan seumur hidup memang.
By: hayutyas on June 15, 2010
at 10:32 pm
halo juga hayu
Makasi terlah berkunjung ya. Gimana kabarnya nih?
By: narozana on June 15, 2010
at 10:50 pm
alhamdulillah baik..
lagi skripsi nih mbak..
doain yaa
By: hayutyas on June 28, 2010
at 9:51 pm