
Ya beruntunglah bagi kalian yang masih bisa pulang ke rumah, mengecup kedua pipi Ibunda, salam takzim kepada Ayahanda, memohon maaf kepada beliau berdua, bercengkrama dengan sanak keluarga, dan menikmati kehangatan rumah yang benar-benar hangat. Tak ada tempat lain yang menawarkan kebahagiaan seperti itu di dunia ini. Jadikanlah orang tua kita beruntung memiliki anak-anak yang sholeh, yang senantiasa mendoakan beliau berdua.
Sebuah Ungkapan Hati kepada Ayah Bundaku di Kampung Halaman
Aku rindu dengan Ibunda, menengok bagaimana wajah cantik itu kini. Adakah yang berubah dengan beliau? Makin bertambahkah rambut putih di kepala beliau kini? Air mata ini meleleh sedemikian rupa Ya Robb..
Rindu berbagi cerita dengan beliau, rindu dengan semua kekhawatiran beliau terhadap diri nan bodoh ini. Alangkah kuat dan tegarnya engkau Ibunda. Engkau tidak suka jikalau aku menangis. Engkau selalu mengatakan kita harus kuat menghadapi hidup ini, tidak boleh bodoh dengan menangis. Tapi Bunda, anakmu selalu menangis jika tak sanggup lagi menahan sesak di dada. Meski dahulu aku sering merasa engkau tidak sayang dan perhatian kepadaku, tapi itu dahulu Ibunda. Sekarang anakmu sudah tahu, bagaimana sayang harus diwujudkan.
Ayahanda, bagaimana kabar engkau hari ini? Apakah badanmu yang dulu padat berisi menjadi lebih bertambah kurus? Apakah sekarang engkau sudah lebih merasa lebih sehat dibanding hari sebelumnya? Aku tahu, ibadah harianmu masih sama dibanding dulu, masih belum bisa aku kalahkan. Salut untuk beliau untuk amalan harian. Aku tahu keinginanmu atas diriku, aku berusaha untuk mewujudkannya Ayah..
Ayahanda, aku rindu dengan gelak tawamu ketika berbagi cerita denganku. Aku rindu untuk meletakkan tangan ini di lehermu, bak turut merasakan kehangatan anak kucing pada induknya. Aku rindu dengan petuah dalam cerita panjangmu. Ketika kita makan bersama, engkau selalu bercerita tentang topik apa saja mengenai hidup. Tentang selalu mengingat Allah, engkau ajarkan aku agar senantiasa bersama Allah, tentang bagaimana mengarungi samudera kehidupan ini.
Aku sadar, engkau berdua juga memiliki kekurangan sebagai hamba Allah dalam kehidupan keluarga kita. Kekurangan-kekurangan itu kujadikan sebagai pelajaran bagi kehidupanku, pun untuk menikah nanti. Kelebihan-kelebihan engkau berdua pun akan terus kupertahankan dalam kehidupanku.
Ya Allah, sampaikan salam rinduku kepada Ayah Bundaku di kampung halaman..


Komentator