
Selamat Raya Ied Fitri 1430 Hijriah Kawan..
Hawa-hawa lebaran tahun sebelumnya di kampung halaman masih terasa. Biasanya setelah sholat Ied Fitri, saya memohon maaf atas semua kesalahan kepada Ibu Bapak, dan mencium takzim tangan beliau berdua. Maafkan ananda karena tidak bisa pulang di lebaran tahun ini..
Setelah makan rendang, kalio ayam, ikan sapek balado sama kentang plus terong, karupuak baguak alias kerupuk melinjo, dan berbagai variasi sayur yang bahan-bahannya dibeli oleh papa dan saya ke Pasar Ibuah dua hari sebelumnya, namun dimasak oleh mama saya, biasanya kami sekeluarga berangkat ziarah kubur ke makam Ibuk, nenek saya dari pihak mama. Mulai tahun ini, juga ziarah kubur ke makam Paek, alangkah rindunya saya kepada kakek tercinta. Paek yang senantiasa memberikan nasehat dan kisah-kisah hidupnya, dan juga tak lupa memberikan sedikit uang pensiunnya ketika saya berkunjung ke sana.
Hari raya kedua tahun lalu, kami berangkat ke rumah kakak perempuan saya di Bukittinggi, sekalian pulang kampung dan ziarah kubur ke makan Wowo, kakek dan nenek saya dari pihak papa. Uni saya tidak bisa pulang ke Payakumbuh, karena anak-anaknya yang masih unyil-unyil (bahasa papa saya ini, hehehe). Rindu sekali hati ini dengan Abi dan Aura, dua ponakan kecil saya. Apalagi setelah tadi siang Uni menelpon dan Abi juga ikutan. Saya panggil dengan nama kecilnya Abe, lalu dia menjawab dengan lantang, Iyooo. Lucu sekali, sampai-sampai mamanya hendak memutus telepon, karena Abi yang masih ikutan bicara. Orang tua saya tadi juga berada di rumah uni. Mama tadi menanyakan bagaimana keadaan saya.
Haaa, tanggal 2 Syawal 1430 H ini saya merasa tidak hidup. Tadinya saya berniat untuk melanjutkan aktivitas riset di lab. Tetapi semangat itu menghilang entah kemana. Saya masih bereuforia dengan hari 2 Syawal tahun lalu. Hati menangis, dan terasa hampa. Bukan bermaksud untuk melebihkan, sama sekali tidak. Akhirnya dari pagi sampai sore saya hanya tidur! baru malam jam enam sore memutuskan untuk mandi dan bersih-bersih. Ya Allah, ampuni hamba karena kelalaian atas waktu yang Engkau berikan hari ini..
Besok tanggal 3 Syawal, saya harus hidup kembali, melanjutkan perjalanan mengejar mimpi-mimp dan pengabdian kepada Yang Satu, dan terkhusus pekerjaan lab yang masih harus diselesaikan sesegera mungkin. Saling mendoakan.
Takbir mendayu-dayu, kita merayu pada Yang Satu
Pulang sebenarnya kembali menjajaki romantisme masa lalu.. maka, nikmatilah euforia pulang mu sekarang Kawan..


terimakasih untuk foto dari mas hatta dan pak syamsu ^^
Foto di atas keluarga besar KMUTT tercinta..
By: narozana on September 22, 2009
at 8:45 pm