Posted by: narozana | October 13, 2009

Hikmah semester ini – Be Positive!

Saya menulis ini agar pikiran kembali ke level berpikir positif seperti dulu. Tidak ada lagi kecemasan dan kekhawatiran menjalani hidup. Semester ini terasa memang penuh cobaan akibat diri ini alpa untuk senantiasa positif. Hari-hari tak seperti dulu ketika masih banyak saudara yang mengingatkan ketika diri ini lalai. Ya, karena di sini sendiri, berkomunikasi dengan saudara-saudara pun bisa dihitung frekuensinya. Namun sekarang saya yakin, betapa begitu sayangnya Allah kepada diri ini, karena memberikan cobaan yang pada akhirnya membentuk diri ini lebih kuat dari sebelumnya. Karena Allah tahu, pundak ini nanti akan menjadi tempat bersandar bagi makhluk-makhluk Allah lainnya.

Akan saya sarikan beberapa nasehat yang saya peroleh dari Kawan-kawan terbaik saya selama ”jatuh” di semester ini,

”Khas yg dialami oleh seorang (apalagi orang baik) penuntut ilmu yg sedang merantau, apalagi ke luar negeri. Yg didapat dari Allah bukan ilmu (dg arti sempit scientific); melainkan pelajaran bagaimana smart dan sabar menjalani hidup, Dik.
Sabar dan sholat menjadi penolong…”

- untaian nasehat dari seorang dosen saya di Teknik Fisika -

” Mungkin gak kejadian2 buruk dan kondisi2 mental yg buruk yg monna alami berasal dr kondisi pikiran monna?
bgmn bs hal positif muncul bila yg kita pikirkan adlh hal negatif?

mau coba?
pikirkan, bayangkan, dan imajinasikan hal2 positif yg kamu inginkan. kondisi ideal yg kamu inginkan. bayangkan 3 kali sehari dan rasakan seolah2 kondisi itu sudah mewujud. bayangkan kejadiannya, rasakan nikmatnya dan bahagianya. jejali pikiran kmu hanya dgn hal2 yg kmu inginkan. be positive.
lalu perhatikan apa yg terjadi dl kehidupan kmu..”

- untaian nasehat dari Senior saya -

”Tanya untuk jiwamu :
Apakah jalur skrg adlh jalur impianmu? Bila ya, jalani dan hadapi semua tantangan. Do Whatever It Takes to make your dream come true!
Karena ini adalah hidupmu, bukan hidup teman2mu apalagi hidup dosenmu. Ini hidupmu, kamu yg bertanggung jawab, kamu yg menjalani, dan kamu yg akan menjadikannya indah.”

- untaian nasehat dari Senior saya -

”Mungkin kamu harus belajar narik hikmah dari berbagai macam hal. mungkin Allah SWT sedang berbicara kepada kamu bahwa,
” Ukhti Monna kalau jadi advisor jangan spt itu, menzalimi orang lain, makanya nanti kalo sudah jadi bu dosen advisor, amanah mu adalah membimbing dan membuat mereka pintar, serta adil memeberikan nilai, apapun latar belakangnya”

- untaian nasehat dari Senior saya -

Subhanallah, saya benar-benar merasa kaya dengan hikmah. InsyaAllah kamis pekan ini adalah hari pembuktian bagi saya. Akan ada ujian oral mini riset. InsyaAllah saya yakin bahwa SAYA BISA!

Posted by: narozana | October 5, 2009

Cukup bagiku Allah

penuhi jiwa ini dengan satu rindu
rindu untuk mendapatkan cinta-Mu
meski tak layak ku harap debu cinta-Mu
meski begitu hina ku bersimpuh

cukup bagiku Allah, segalanya bagiku
di hatiku ini penuh berisi segala tentang Allah
kepada Nabi Muhammad, tercurah shalawat Allah
tiada Tuhan selain Allah, cukup bagiku Allah

hasbi Rabbi Jalallah
mafi qolbi Ilallah
alalhadi sholallah
laa ilaa ha Illallah

- Opick feat Gito Rolis – Cukup Bagiku -

Data termal seperti proximate dan ultimate analysis telah biasa digunakan dalam mengevaluasi batubara, biomas, dan bahan bakar lainnya. Dalam beberapa dekade terakhir, teknik  analisis termal (TA = thermal analysis)  seperti thermogravimetry analysis (TGA), differential thermal analysis, dan thermal mechanical analysis telah menjadi perhatian lebih dalam mengevaluasi karakter termal dari komponen bahan bakar tersebut.

Data yang diperoleh dari berbagai teknik di atas dapat menjadi informasi yang berguna dalam penentuan mekanisme reaksi, parameter kinetik, kestabilan termal, perubahan fase, panas reaksi, dan berbagai aspek lainnya terkait sistem reaksi gas-padat dan gas-cair.

TGA merekam perubahan berat dari sebuah sampel sebagai fungsi waktu atau temperatur. Jika kita mendifferensialkan kurva TGA, maka akan diperoleh DTG atau Differential Thermogravimetry Analysis. DTG membantu menyediakan informasi tentang parameter kinetik. Dari kurva DTG kita bisa mengetahui laju perubahan berat dari sebuah sampel sebagai fungsi waktu atau temperatur.

Teknik lain yang digunakan dalam analisis termal dari sampel organik yaitu proximate analysis, dimana dari teknik analisis ini kita mengetahui jumlah moisture content, total volatile matter, ash content, dan sebuah estimasi dari fixed carbon content.

Ultimate analysis digunakan untuk mengetahui jumlah komponen penyusun dari sampel organik, seperti batubara dan biomassa. Misalnya sebuah sampel batubara ingin diketahui berapa persen kandungan karbon, hidrogen, nitrogen, dan sulfurnya.

Posted by: narozana | September 24, 2009

Beruntunglah masih bisa pulang Kawan..

CIMG3475

Ya beruntunglah bagi kalian yang masih bisa pulang ke rumah, mengecup kedua pipi Ibunda, salam takzim kepada Ayahanda, memohon maaf kepada beliau berdua, bercengkrama dengan sanak keluarga, dan menikmati kehangatan rumah yang benar-benar hangat. Tak ada tempat lain yang menawarkan kebahagiaan seperti itu di dunia ini. Jadikanlah orang tua kita beruntung memiliki anak-anak yang sholeh, yang senantiasa mendoakan beliau berdua.

Sebuah Ungkapan Hati kepada Ayah Bundaku di Kampung Halaman

Aku rindu dengan Ibunda, menengok bagaimana wajah cantik itu kini. Adakah yang berubah dengan beliau? Makin bertambahkah rambut putih di kepala beliau kini?  Air mata ini meleleh sedemikian rupa Ya Robb..

Rindu berbagi cerita dengan beliau, rindu dengan semua kekhawatiran beliau terhadap diri nan bodoh ini. Alangkah kuat dan tegarnya engkau Ibunda. Engkau tidak suka jikalau aku menangis. Engkau selalu mengatakan kita harus kuat menghadapi hidup ini, tidak boleh bodoh dengan menangis. Tapi Bunda, anakmu selalu menangis jika tak sanggup lagi menahan sesak di dada. Meski dahulu aku sering merasa engkau tidak sayang dan perhatian kepadaku, tapi itu dahulu Ibunda. Sekarang anakmu sudah tahu, bagaimana sayang harus diwujudkan.

Ayahanda, bagaimana kabar engkau hari ini? Apakah badanmu yang dulu padat berisi menjadi lebih bertambah kurus? Apakah sekarang engkau sudah lebih merasa lebih sehat dibanding hari sebelumnya? Aku tahu, ibadah harianmu masih sama dibanding dulu, masih belum bisa aku kalahkan. Salut untuk beliau untuk amalan harian. Aku tahu keinginanmu atas diriku, aku berusaha untuk mewujudkannya Ayah..

Ayahanda, aku rindu dengan gelak tawamu ketika berbagi cerita denganku. Aku rindu untuk meletakkan tangan ini di lehermu, bak turut merasakan kehangatan anak kucing pada induknya. Aku rindu dengan petuah dalam cerita panjangmu. Ketika kita makan bersama, engkau selalu bercerita tentang topik apa saja mengenai hidup. Tentang selalu mengingat Allah, engkau ajarkan aku agar senantiasa bersama Allah, tentang bagaimana mengarungi samudera kehidupan ini.

Aku sadar, engkau berdua juga memiliki kekurangan sebagai hamba Allah dalam kehidupan keluarga kita. Kekurangan-kekurangan itu kujadikan sebagai pelajaran bagi kehidupanku, pun untuk menikah nanti. Kelebihan-kelebihan engkau berdua pun akan terus kupertahankan dalam kehidupanku.

Ya Allah, sampaikan salam rinduku kepada Ayah Bundaku di kampung halaman..

CIMG3171

Posted by: narozana | September 21, 2009

Romantisme Ied Fitri Mubarok!

lebaran 1430 H

taqabbalallahu minna wa minkum
taqabbal ya karim
kullu aamin wa antum bil khairin
minal aidin wal faidzin

Selamat Raya Ied Fitri 1430 Hijriah Kawan..

Hawa-hawa lebaran tahun sebelumnya di kampung halaman masih terasa. Biasanya setelah sholat Ied Fitri, saya memohon maaf atas semua kesalahan kepada Ibu Bapak, dan mencium takzim tangan beliau berdua. Maafkan ananda karena tidak bisa pulang di lebaran tahun ini..

Setelah makan rendang, kalio ayam, ikan sapek balado sama kentang plus terong, karupuak baguak alias kerupuk melinjo, dan berbagai variasi sayur  yang bahan-bahannya dibeli oleh papa dan saya ke Pasar Ibuah dua hari sebelumnya, namun dimasak oleh mama saya, biasanya kami sekeluarga berangkat ziarah kubur ke makam Ibuk, nenek saya dari pihak mama. Mulai tahun ini, juga ziarah kubur ke makam Paek, alangkah rindunya saya kepada kakek tercinta. Paek yang senantiasa memberikan nasehat dan kisah-kisah hidupnya, dan juga tak lupa memberikan sedikit uang pensiunnya ketika saya berkunjung ke sana.

Hari raya kedua tahun lalu, kami berangkat ke rumah kakak perempuan saya di Bukittinggi, sekalian pulang kampung dan  ziarah kubur ke makan Wowo, kakek dan nenek saya dari pihak papa. Uni saya tidak bisa pulang ke Payakumbuh, karena anak-anaknya yang masih unyil-unyil (bahasa papa saya ini, hehehe). Rindu sekali hati ini dengan Abi dan Aura, dua ponakan kecil saya. Apalagi setelah tadi siang Uni menelpon dan Abi juga ikutan. Saya panggil dengan nama kecilnya Abe, lalu dia menjawab dengan lantang, Iyooo. Lucu sekali, sampai-sampai mamanya hendak memutus telepon, karena Abi yang masih ikutan bicara. Orang tua saya tadi juga berada di rumah uni. Mama tadi menanyakan bagaimana keadaan saya.

Haaa, tanggal 2 Syawal 1430 H ini saya merasa tidak hidup. Tadinya saya berniat untuk melanjutkan aktivitas riset di lab. Tetapi semangat itu menghilang entah kemana. Saya masih bereuforia dengan hari 2 Syawal tahun lalu. Hati menangis, dan terasa hampa. Bukan bermaksud untuk melebihkan, sama sekali tidak. Akhirnya dari pagi sampai sore saya hanya tidur! baru malam jam enam sore memutuskan untuk mandi dan bersih-bersih. Ya Allah, ampuni hamba karena kelalaian atas waktu yang Engkau berikan hari ini..

Besok tanggal 3 Syawal, saya harus hidup kembali, melanjutkan perjalanan mengejar mimpi-mimp dan pengabdian kepada Yang Satu, dan terkhusus pekerjaan lab yang masih harus diselesaikan sesegera mungkin. Saling mendoakan.

Takbir mendayu-dayu, kita merayu pada Yang Satu

Pulang sebenarnya kembali menjajaki romantisme masa lalu.. maka, nikmatilah euforia pulang mu sekarang Kawan..

DSC05070

Posted by: narozana | September 20, 2009

Satu pagi di Hari Raya.. kenangan 1430 H

Raihan

Satu pagi di hari raya
Aku sujud memuji Mu
Satu pagi di hari raya
Aku sujud membesarkan Mu

Ku melafazkan takbir
Penuh rasa kehambaan
Ku melafazkan tahmid
Penuh rasa kesyukuran

Gema takbir di pagi raya
Ku teringat kampung halaman
Aku di perantauan
Tak berdaya menahan sebak

Gema takbir di pagi raya
Ku rindukan ibu di sana
Keluarga sanak saudara
Hanya doa kukirim

Marilah di hari raya
Kita semua bermaafan
Lupakan persengketaan
Eratkan persaudaraan
Harmoni di hari raya

raya-159

Posted by: narozana | September 20, 2009

karena itulah pesan lembut terakhir dari Ramadhan tahun ini..

Banyak kisah yang saya lalui di Ramadhan 1430 Hijriah ini. Banyak pula airmata yang mengalir. Ramadhan tahun ini sungguh berbeda, mulai dari hikmat ketika sholat tarawih hari pertama hingga hari terakhir, hingga berbagai kisah lain yang tertoreh di Ramadhan tahun ini.

Shaum di sini terasa sedikit menantang, karena cuaca yang panas dan orang-orang yang makan di mana saja. Berbeda pastinya dengan Indonesia, yaang melarang berjualan dan merasa segan jika makan di depan orang yang sedang berpuasa. Pun dengan hawa-hawa setan ada dimana-mana. Jadi mudah emosi. Butuh kekuatan lebih untuk mengatur emosi ini dengan berbagai tekanan yang ada.

Setiap selesai sholat tarawih, seusai berdzikir bersama, saya selalu berlinang airmata. Ya Allah, dzikirnya begitu mendayu-dayu, mengena di kalbu.. Ya Robb, izinkan hamba kembali mengarungi RamadhanMu tahun depan..

Ada cerita berkesan ketika ifthor jama’i. Biasanya saya buka di Masjid Darussalam di dekat kampus atau di masjid Al Istikoma di dekat dormitory. Saya akan mulai cerita tentang Masjid Darussalam. Ifthor di sana selalu istimewa, komplit dengan buah, es sirop  dan susu. Makanan untuk dinner pun nikmat. Namun cuma saya sendiri yang berlabel wanita di sana. Selebihnya mahasiswa-mahasiswa pria, baik bachelor atau master. Karena kabarnya tidak baik seorang wanita ifthor di masjid. Tetapi, saya tidak sepakat demikian. Toh masih ada Ibu-ibu yang bergabung ke sana. hehe..

Hati yang sedih, pikiran yang kacau, itulah gambaran selama sepekan terakhir Ramadhan. Ayahanda Mas Batih, kawan baik saya di JGSEE, kembali ke hadirat Allah. Saya benar-benar berempati kepada kawan baik saya itu, karena umur beliau hampir sama dengan bapak saya. Teringat papa, terbayang jika saya berada di posisi mas batih sekarang. Alangkah kalutnya, karena tiket pesawat tidak tersedia malam itu juga untuk berangkat ke Indonesia,  tidak bisa bertemu ayahanda untuk terakhir kalinya. Sampai jam 4 pagi pada hari Kamis itu saya hanya bisa terus terisak dan belum bisa tertidur.

Besok Jumatnya kepala saya amat pusing. Rencana ke lab tidak jadi terlaksana pada hari itu. Saya kembali berlinang airmata, bagaimana nasib special study ini?? Waktu hanya tersisa hingga akhir bulan ini, itupun masih harus ditunda ujiannya hingga pekan pertama Oktober.  ya Allah, mudahkanlah urusan hamba..

Ketika Sabtu pun saya telah berjanji untuk menjemput kawan baik saya di bandara Suvarnabhumi, Mas Nuring, yang baru pulang konferensi dari Roma dan jalan-jalan ke Paris. Kawan baik saya ini singgah 12 jam di Bangkok sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Taoyuan, Taiwan. Seharian pun saya berjalan-jalan bersama Mas Nuring, Mas Ery, dan Andhy, meski paginya saya terlambat untuk menjemput beliau di bandara. Akhirnya kami berbuka puasa di bandara dan menghabiskan malam takbiran bersama. Di bis pulang ke dormitory, orang tua saya menelpon. Ingin menangis, tapi rasanya malu menangis di dalam bis. Memohon maaf atas semua kesalahan saya kepada orangtua.

Ya Allah, Ramadhan tahun ini telah berakhir dengan banyak kisah, kesalahan, hikmah di dalamnya..

Sekarang bersiap dengan suka cita menyambut 1 Syawal, tidak dengan bersedih.

karena itulah pesan lembut terakhir dari Ramadhan tahun ini..

Posted by: narozana | September 14, 2009

ingatlah hari ini

Posted by: narozana | September 13, 2009

Informasi scholarship INPEX-Jepang 2009

Kawan, ini ada informasi beasiswa INPEX scholarship foundation. Silakan cek lebih lanjut di link berikut.

Batas pendaftaran : 15 November 2009.

Komentar saya : sepertinya beasiswa ini cukup menarik. Tetapi ada kuliah Bahasa Jepang setahun pertama, sebelum memasuki kuliah master. Jadi baru April 2011 memulai kuliah program master.

Posted by: narozana | September 13, 2009

Inilah saya, lulusan Teknik Fisika!

picture1

Tiga pekan yang lalu, saya sedikit kesal dan merasa marah. Ketika di kelas teknologi bersih untuk bahan bakar padat, si dosen menanyakan tentang latar belakang keilmuan saya sebelumnya. Saya menjawab, saya dari Teknik Fisika. Beliau pun bertanya, Apa itu Teknik Fisika?

Ya Allah, beliau ternyata tidak tahu apa itu Teknik Fisika. Padahal beliau adalah lulusan doktor dari Jepang. Akhirnya saya jelaskan tentang apa itu Teknik Fisika. Setelah itu beliau bertanya lagi, Apakah kamu pernah mendapat kuliah kinetika reaksi di tahun kedua kuliah? Saya jawab, tidak pernah. dan tahukah kamu Kawan bagaimana respon beliau?

Respon beliau sedikit menjatuhkan, Pantas saja kamu tidak mengerti dengan materi ini, kamu bukan dari Teknik Kimia. ya Allah.. tega nian dikau.

Akhirnya saya menjawab, saya memang tidak pernah mendapatkan materi ini di kelas, tetapi ketika tugas akhir saya pelajari kinetika reaksi sendiri. Beliau hanya menjawab dengan nada yang sedikit melecehkan, oooo..

Saya pun teringat, bagaimana apresiasi dari dosen penguji terhadap tugas akhir saya. Topik tugas akhir saya tentang pemodelan gasifikasi batubara bawah tanah, salah satu  aplikasi dari teknologi batubara bersih. Memang materi dasarnya adalah kinetika reaksi, dan saya harus mempelajarinya sendiri. Hasilnya ketika pendadaran, seorang penguji mengatakan bahwa, ANDA TIDAK PERNAH MENDAPATKAN MATERI TENTANG KINETIKA REAKSI DI KELAS, TETAPI ANDA MEMBUKTIKAN BAHWA SEORANG MAHASISWA TEKNIK FISIKA BISA BELAJAR SENDIRI DAN MENGERTI TEKNIK KIMIA. Saya bangga dengan apa yang disampaikan oleh beliau. dan beliau pun mengatakan, teruskan mempelajari tentang bidang ini, saya yakin Anda bisa! Begitulah dosen saya di Teknik Fisika. Begitu memberi semangat.  Saya sungguh berterimakasih kepada Bapak Dr.-Ing Kusnanto dan Bapak Dr. Andang Widiharto, dua dosen yang tidak pernah menjatuhkan.

Dengan kembali mengingat perkataan tersebut, saya berusaha bangkit, belajar, dan membuktikan bahwa lulusan Teknik Fisika itu bisa! Meski yang kita pelajari tidak begitu dalam, tetapi itu lebih dari cukup untuk bisa memahami lebih dalam lagi ilmu-ilmu lain. Saya mengerti ini berat, tetapi semangat dan mimpi-mimpi memberi kekuatan lebih.

Sampai saat ini, saya masih harus terus belajar. Namun saya berani mengatakan kepada beliau, inilah saya, lulusan Teknik Fisika!

yes_you_can

Older Posts »

Categories