Jangan mau jadi orang bodoh, itu satu pesanku untukku dan untukmu hari ini Kawan. Jika aku bertanya padamu, maukah engkau menjadi orang bodoh? Tanpa perlu kau jawab, aku sudah tahu jawabannya. Akan tetapi seringkali saya dan kamu tidak sadar apa yang telah kita lakukan adalah sesuatu yang bodoh. Kita merasa santai dan tidak peduli ketika melakukan sesuatu yang sejatinya adalah sesuatu yang bodoh.
Mungkin kita pernah atau sering malah diperbudak oleh setan karena ketidaktahuan kita akan sesuatu. Lebih sederhana lagi, banyakkah diantara kita dibodohi oleh rasa malas, hasrat akan sesuatu yang belum tentu belum baik untuk kita? Saya mungkin salah seorang diantaranya.
Mungkin pula banyak diantara kita yang terjebak dalam rasa rindu yang semu. Banyak sekali status kawan-kawan saya di situs jaringan pertemanan yang berisikan rasa rindu kepada pacar, rasa butuh, dan seterusnya. Sampai-sampai rasa itu terbawa mimpi, saking dahsyatnya rasa itu! Tahukah engkau kenapa saya bilang semu? Karena tidak sepenuhnya orang yang engkau rindukan benar-benar layak dan pantas untuk engkau rindukan! Coba engkau pikir lagi Kawan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Ada satu kata yang patut kita garisbawahi : berpikir. Allah memberi nikmat yang tiada taranya. Allah tidak ingin kita menjadi manusia yang bodoh, apalagi wanita yang bodoh. Karena dari rahim kitalah akan dilahirkan orang-orang yang akan mewariskan kepemimpinan perjalanan bumi ini. Dari tangan kitalah pendidikan pertama anak-anak kita dimulai. Jadi mari saya dan engkau belajar apapun itu yang bernilai manfaat.
Sekali lagi, Allah sayang kepadamu. Allah tidak memberikan kesia-siaan sedikit pun. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, saya selalu yakin itu.






